Rashdul Qiblat 2009
-
Rashdul Qiblat kalau dilihat dari bahasanya berasal dari kata ra-sha-da (رصد) yang artinya mengamati, maksudnya mengamati arah kiblat yang selama ini kita gunakan apakah benar atau tidak, atau ada yang mengartikan sebagai waktu untuk meruluskan arah kiblat. Adapun cara yang dipakai di sini ialah dengan memanfaatkan posisi matahari tepat di atas ka’bah pada saat istiwa/zawal.Istiwa itu sendiri adalah fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi garis meridian langit atau dalam istilah astronomi disebut kulminasi atas/meridian pass, dan biasa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Dzuhur. Matahari bisa tepat di atas suatu tempat apabila deklinasi matahari besarnya sama dengan lintang tempat.
Posisi matahari setiap hari tidaklah tetap tapi berpindah-pindah mulai dari tanggal 21 maret berada di atas katulistiwa/equator terus bergeser ke Utara setiap harinya sampai 23,5 LU tanggal 21 Juni, kemudian bergeser lagi ke equator sampai tanggal 23 September, lalu bergeser ke arah Selatan sampai 23,5 LS tanggan 22 Desember dan kembali lagi ke equator sampai tanggal 21 Maret. Begitulah seterusnya pergeseran matahari dalam satu tahun.
Sedangkan posisi ka’bah (Mekkah) berada pada lintang 21,15 derajat, maka akan terlewati matahari dua kali dalam setahun yaitu setiap tanggal 28 Mei dan 16 Juli untuk tahun biasa sedangkan untuk tahun kabisat (Februari 29 hari) maju satu hari yaitu tanggal 27 Mei dan 15 Juli.
Tahun 2009 ini, kita bisa melakukan Rashdul Qiblat pada hari:
Kamis, 28 Mei 2009
Jam 16.18 WIB / 17.18 WITA / 18.18 WIT
dan
Kamis, 16 Juli 2009
Jam 16.27 WIB / 17.27 WITA / 18.27 WIT
Tanggal di atas bisa ditoleransi 1-2 hari, karena perbedaannya relatif sedikit, sekitar 1/6 derajat.
Berikut tahap-tahap pada saat akan melakukan Rashdul Qiblat:
Tentukan lokasi yang akan diluruskan arah kiblatnya (mesjid, musholla atau rumah).
2. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan jam/arloji yang sudah disesuaikan waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet.
3. Tancapkan tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul, pada permukaan tanah yang datar dan masih mendapatkan penyinaran matahari.
* Ingat, persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya rashdul kiblat agar tidak terburu-buru.4. Pada saatnya, amati bayangan tongkat (karena sore hari, maka arahnya ke timur) dan beri tanda dengan garis atau tali. Bayangan dari ujung bayangan ke tongkat yang mengarah ke Barat agak miring ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat.
Mudah-mudahan dengan mengetahui arah kiblat yang benar, shalat kita akan lebih khusyu dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.
Email This Post
Print This Post


