Archive for Kolom Asatidz

Rem yang Menyelamatkan

Wednesday, December 16th, 2009 Abu Rusyad No Comments »

Rem yang berjalan dengan baik tidaklah akan menghambat suatu perjalan, dan tidak pula menghambat perhubungan lalu-lintas jalan tapi mengamankan perjalanan, menghindarkan setiap bahaya yang mengancam, bahaya jurang ataupun tabrakan. Rasa malu yang wajar adalah suatu sifat yang sehat, ibarat sebuah rem yang kokoh, yang menjamin keselamatan sebuah kendaraan yang berjalan mencapai tujuannya dengan aman serta [...]

Fitrah Jangan Diperkosa

Tuesday, December 8th, 2009 Abu Rusyad 1 Comment »

Dalam agama katolik, seorang suami tidak boleh melakukan perceraian terhadap istrinya, apapun alasannya. Akibatnya, banyak kehidupan rumahtangga tidak bahagia. Sang suami melakukan ma’siat (perselingkuhan) dibelakang istrinya, demikianpun sang isteri melakukan hal yang sama. Perbuatan seperti itu tidak baik dilakukan daripada sebuah perceraian, sebab perbuatan serupa itu dapat ditebus digereja dengan meminta pengampunan sang pastor. Di [...]

Hukum Hari Raya Idul Adha Bertepatan dengan Hari Jumat

Saturday, November 21st, 2009 KH. Emon Sastranegara 1 Comment »

Perhitungan ahli hisab tahun ini hari Idul Adha 1430 H akan jatuh pada hari Jumat sebagaimana dapat kita lihat dan perhatikan dalam Almanak Islam 1430 H yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), dengan rincian sebagai berikut: Ijtima akhir Dzul Qa’dah 1430 H pada hari Selasa 17 November 2009 M pukul 02.15.15 WIB. Tinggi [...]

‘ULAMA’

Tuesday, November 10th, 2009 Abu Rusyad 2 Comments »

Di dalam Al-Qur’an telah dinyatakan : “Hanyalah yang takut akan Allah dari hamba-hamba-Nya ialah ‘Ulama’. Q.S. Al-Fatir ayat 28) Maksud ayat tersebut diatas adalah, bahwa hanya ‘Ulama dari antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya. ‘Ulama adalah bentuk jama’ (plural) dari kata mufrod (singular) ‘alimun , yang berarti “yang pandai”, atau “yang berilmu”. Jadi ‘Ulama ialah [...]

Akhirat dibina, Dunia dibangun

Sunday, October 11th, 2009 Abu Rusyad 2 Comments »

Telah tiga hari berturut-turut laki-laki itu ke masjid pada waktu yang sama dalam adegan yang serupa, ia masuk menenteng terumpahnya, dan dari mukanya bercucuran air wudlunya. Telah berturut-turut tiga hari Rasulullah SAW meminta perhatian para sahabatnya terhadap orang tersebut, tiap kali orang itu akan masuk, sebelum tampak terlihat wajahnya. Rasulullah meminta perhatian para hadirin :