Al-Ustadz Shidiq Amien Meninggal Dunia
-
Innalillahi wainna ilaihi raajiun… Al-Ustadz Shidiq Amien telah dipanggil Allah Swt., beliau pulang keharibaan Allah SWT dalam usianya yang ke-53 pada tanggal 31 Oktober 2009 sekitar pukul 22.15 WIB.
Almarhum mendapat serangan stroke, pendarahan di bagian otak kanan dan ada penyumbatan cairan di daerah Nagreg saat akan kembali ke Bandung setelah mengisi pengajian di Tasikmalaya.
Berikut kami kutip kronologis sakitnya al-Ustadz Shidiq Amien dari komunitas facebook Generasi Muda Persis saat beliau masih dirawat di rumah sakit Al-Islam Bandung.
Hari itu ba’da Jum’at Ustadz Shidiq melakukan perjalanan dari Tasik menuju Bandung, karena pada keesokan harinya Sabtu akan ada rapat SC Muktamar. Sehari sebelumnya Ustadz Shidiq meninjau bantuan Pemuda Persis untuk beberapa masjid dan madrasah yang ditemani oleh Ustadz Ade Muhsin dari Pesantren Benda. Dalam perjalanannya ke Bandung, seperti biasa Ustadz Shidiq tidak mau ditemani supir, sesampai di Nagreg Ustadz Shidiq merasa bagian kepala seperti kesemutan dan sebagian badan merasa tidak enak.
Mersa tidak mungkin melanjutkan perjalanan, Ustadz Shidiq meminggirkan mobilnya. Kemudian Ustadz Shidiq meng sms pihak keluarga, agar diambil di Nagreg. Pihak keluarga dengan sigap segera menyusul Ustadz Shidiq, namun sayang ditengah perjalanan terjadi kemacetan. Putra Ustadz Shidiq, Arief menghubungi Kang Atif, yang kebetulan akan pergi ke Tasik dan sudah sampai di Cileunyi.
Mendengar kabar Ustadz Shidiq, sakit di tengah jalan, Kang Atif yang bersamaan dengan kang Aan, segera tancap gas untuk mengambil Ustadz Shidiq, mendekati lokasi Kang Atif sempat menghubungi Ustadz Shidiq, untuk menanyakan tepatnya lokasi, Ustadz Shidiq sempat menjawab namun tidak jelas.
Akhirnya terlihat mobil dengan jendela terbuka dan lampu menyala dan Ustadz Shidiq, sudah hampir tidak sadar. “Ustadz Shidiq langsung dibawa ke R.S. Islam dan di R.S. muntah-muntah, ” papar kang Atif.
Setelah diperiksa pihak dokter, dokter mengatakan bahwa pembuluh darah yang berada di otak pecah, maka dilakukan tanggap darurat. Kemarin hari ahad, tengah malam sekitar pukul 2 dini hari, pihak keluarga dan pihak Persis yang diwakili Kang Dodi (Sekjen Persis) diminta bermusyawarah, untuk memutuskan/mengizin kan dokter melakukan operasi, karena pecahnya pembuluh darah semakin gawat. Izin dari keluarga diperlukan sebab hasil operasi tingkat keberhasilannya fifty-fifty (tidak yakin berhasil).
Hari ini, Senin 11/10/2009 pukul 10.30 saya menghubungi Kang Atif yang akan berangkat ke Belanda, Kang Atif mengatakan, bahwa dirinya baru saja dari R.S.Islam dan menemui keluarga. Keluarga mengatakan, ‘dokter minta maaf karena tidak dapat menolong lebih jauh, dokter menyarankan pihak keluarga menemui Ustadz Shidiq untuk memberikan semangat’ papar kang Atif.
Seperti diberitakan Pikiran Rakyat, pada hari Senin (11/10) pihak rumah sakit melakukan operasi dan berjalan sukses, namun sejak masuk RS sampai al-Ustadz Shiddiq meninggal beliau hanya terbaring koma. Meski sempat adanya reaksi setelah diberikan stimulan berupa obat-obatan yang diberikan oleh pihak RS namun takdir Allah berkata lain, al-Ustadz “lebih memilih pulang”.
Saat berita ini diturunkan Almarhum masih disemayamkan di Masjid PP. Persis jalan Perintis Kemerdekaan No.2 (Viaduct), menurut papan pengumaman yang terpajang almarhum akan diberangkat ke Tasikmalaya pada pukul 07.00 namun menurut berita yang berkembang beliau akan diberangkatkan paling lambat puku 08.00 WIB menunggu agar semua jamaah Persis yang ada di kota Bandung dapat menyolatkan almarhum.
Selamat jalan Ustadz!
Segenap Asatidzah Pesantren Persatuan Islam 1-2 Bandung mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dalam menghadapi ujian ini, dan semoga Ummat (jam’iyyah Persis) tabah dan tetap tegar meneruskan perjuangan da’wah.
Kami merasa sangat kehilangan sosok Pemimpin yang amanah dan tak kenal menyerah dalam da’wah.
Semoga Allah Swt mengampuni segala kealfaan dan kesalahan beliau serta semoga Allah menerima amal ibadah beliau dan ditempatkan dalam surga-Nya. Amien ya rabbal ‘alamien.
Email This Post
Print This Post



December 15th, 2009 at 12:00 am
SUBHANALLAH…. bagus paparannya. Semoga ALLAH memberi pangganti ALMARHUM yg sama atau lebih baik. Amiin ya robbal’alamiin