Logo Background RSS

‘ULAMA’

  • Written by Abu RusyadAbu Rusyad 2 Comments2 Comments Comments
    Last Updated: November 10th, 2009

    Di dalam Al-Qur’an telah dinyatakan :

    “Hanyalah yang takut akan Allah dari hamba-hamba-Nya ialah ‘Ulama’. Q.S. Al-Fatir ayat 28)

    Maksud ayat tersebut diatas adalah, bahwa hanya ‘Ulama dari antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya.

    ‘Ulama adalah bentuk jama’ (plural) dari kata mufrod (singular) ‘alimun , yang berarti “yang pandai”, atau “yang berilmu”. Jadi ‘Ulama ialah orang-orang yang mempunyai kepandaian atau keahlian dalam bidang yang dihadapinya masing-masing.

    ‘Ulama telah mendapat penghargaan Allah SWT. ‘Ulama telah diangkat derajatnya pada pandangan Allah daripada manusia-manusia lainnya. Suatu penghargaan yang tinggi dan tiada taranya.

    ‘Ulama-lah yang dapat merasakan rasa takut akan Allah dengan sebenar-benarnya, lebih daripada manusia-manusia lainnya. ‘Ulama-lah yang dapat merasakan kengerian ancaman dan adzab Allah. Mereka benar-benar penyambung lidah, pengamal serta pengawal ajaran Allah SWT.

    Akan tetapi dalam hal ini patut kita ketahui dan kita teliti, ‘Ulama yang macam manakah yang mampu merasakan rasa takut akan Allah itu? Pernyatan ini timbul, sebab menurut kenyataan, tidak sedikit yang ‘alim, cerdik pandai serta cendikiawan ternama, tapi tidak mampu merasakan takut akan ancaman serta adzab Allah. Mereka tetap menentangnya, sekalipun sudah diketahui bahwa mereka diancam neraka jahannam.

    Dan oleh karena itu, jika kembali kita teliti ayat tersebut diatas, maka dalam ayat itu ditekankan, bahwa yang dimaksud dengan ‘Ulama itu ialah hamba-hamba-Nya, yaitu abdi-abdi Allah yang setia, yang merasa dirinya benar-benar menjadi HAMBA-NYA.

    Dan kemudian, menurut al-Qur’an surat Al-Furqon ayat 63, ditegaskan bahwa HAMBA-HAMBA ALLAH itu adalah :

    • Bila berjalan diatas muka bumi ini, mereka bersikap merendah hati, tidak sombong dan besar kepala.
    • Bila berbicara, sekalipun dengan orang yang hina-papa (bodoh), selalu berbicara dengan kata-kata yang baik, membawa keselamatan, kesejahteraan, dan tidak menanamkan kebencian ataupun permusuhan.
    • Bila mereka dicela, dicaci atau dikecam orang, atau oleh siapapun juga adanya, dibalasnya dengan cara yang baik.
    • Yang selalu sujud (tunduk) kepada segala undanmg-undang dan keputusan Allah, melakukan ‘ibadah, menghabiskan sebagian malamnya untuk melakukan shalat serta ‘amal shahih lainnya.
    • Ulama adalah orang-orang yang merupakan lambang iman dan harapan umat, memberikan petunjuk dengan hanya berpegang kepada aturan Islam. Mereka mewarisi karakter Nabi dalam keterikatannya terhadap wahyu Allah SWT.
    • Ulama itu berjuang di jalan Allah SWT serta senantiasa memberikan nasihat kepada para penguasa. Mereka tabah dan sabar menghadapi segala macam tantangan dan halangan, demi memperjuangkan Islam dan umatnya. Bukan membela kepentingan pribadi, pimpinan, atau kelompoknya.
    • Ulama selalu menegakkan kewajiban dan melarang kemunkaran. Mereka tidak menyembunyikan apalagi memutarbalikkan kebenaran syariat Islam. Mereka yakin akan firman Allah .
    • Ulama itu benar -benar takut kepada Allah SWT; dalam hati, ucapan dan perbuatannya yang senantiasa berpegang kepada aturan Allah SWT.

    Demikian antara lain sifat-sifat (ciri-ciri ulama) yang diterangkan Allah tentang hamba-hamba-Nya itu. Maka dari itu, sekarang kita wajib mencetak ‘Ulama sebagai yang telah disifatkan Allah diatas, dengan jalan menghidupkan “ruhul l-iman”, menegaskan “daulatu ‘l-iman dalam setiap diri masing-masing, menggemarkan diri untuk belajar, mencari ‘ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah dengan melipat-gandakan ‘amal shalih se-banyak-banyaknya, amal baik yang tidak bertentangan atau meyalahi undang-undang dan keputusan Allah, yaitu yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits Shohih.

    Mulailah!!!!!

  • Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
    378 views
    1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
    Loading ... Loading ...
  1. #1 Rajeeb Zidney
    November 12th, 2009 at 7:08 pm

    Sebenarnya ulama dan wali itu derajatnya tinggi yang mana ya..?
    Dan bagaimana cara agar kita dapat mengetahui orang tersebut adalah seorang wali atau ulama..?
    Waduh.. dadi bingung ki……….

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 Abu Rusyad
    November 15th, 2009 at 2:58 am

    Ulama dan wali derajatnya sama tinggi dihadapan Allah. Seorang ‘Ulama adalah waliyullah. Didalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 62-63; Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati (yaitu) orang- orang yang beriman lagi bertaqwa”. Jadi Wali adalah orang yang beriman lagi bertaqwa dan merasa Allah senantiasa memperhatikan gerak geriknya.

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment